Signal forex akurat adalah dambaan setiap trader. Mengapa begitu? Karena sesungguhnya tujuan dari setiap trader forex adalah untuk secara tepat memprediksi pergerakan harga pair mata uang. Sayangnya, mengantisipasi nilai tukar mata uang secara konsisten adalah tugas yang cukup sulit, karena begitu banyak faktor yang berpengaruh terhadap pasar forex.

Pendekatan yang digunakan untuk memprediksi pergerakan nilai tukar mata uang juga bergantung pada analisa yang berdasarkan kerangka waktu, yaitu pergerakan nilai tukar mata uang jangka pendek dipengaruhi oleh banyak faktor yang berbeda dibandingkan dengan pergerakan nilai tukar mata uang yang berjangka panjang.

Itulah sebabnya mengapa ada dua kategori prediksi:

  • prediksi jangka pendek
  • prediksi jangka panjang

A. Prediksi nilai tukar mata uang jangka pendek

Walaupun mayoritas dari model-model fundamental telah terbukti mampu memprediksi nilai tukar mata uang secara jangka panjang, hasil yang mereka berikan secara jangka pendek agak sedikit berbeda. Itulah sebabnya mengapa para trader dan investor membekali diri mereka dengan berbagai macam alat untuk memprediksikan pergerakan harga jangka pendek seperti analisis teknikal, survei sentimen, aliran data dan analisis harga dari pasar.

Analisis teknikal terbukti menjadi alat yang paling populer yang digunakan oleh trader jangka pendek. Walaupun dianggap sebagai alat yang berjangka pendek, prinsip dasar dari analisis teknikal dapat digunakan pada semua kerangka waktu. Metode ini berdasarkan anggapan bahwa harga-harga dan pola cenderung untuk terulang kembali dan harga-harga akan bergerak mengikuti tren.

Tujuan utama pendekatan teknikal adalah untuk mengidentifikasi tren di tahap awal dan untuk melakukan trade dengan mengikuti trend. Semua alat-alat teknikal seperti pola-pola chart, garis-garis tren atau zona pendukung/resistensi bertujuan untuk mengidentifikasi tren awal dan mampu menghasilkan keuntungan yang besar di pasar forex.

A.1. Survey sentiment

Pada dasarnya survey sentiment adalah sebuah upaya untuk mengenali sentimen pasar secara lebih luas dalam rangka mengantisipasi pergerakan harga. Secara teori jika sentimen pasar menjadi bullish atau bearish terhadap suatu mata uang maka akan terjadi kenaikan atau penurunan dalam jangka pendek.

A.2. Aliran order

Aliran order adalah faktor utama yang berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar mata uang secara jangka pendek. Bank dan pemain forex besar dapat menggunakan informasi dari aliran order konsumen mereka untuk memprediksi perubahan harga. Sayangnya data aliran order ini tidak dibuka untuk umum dan trader forex ritel tidak dapat menggunakan manfaat ini.

A.3. Futures market

Futures market adalah alat lainnya yang digunakan oleh para trader untuk memprediksi perubahan harga secara jangka pendek. Pada dasarnya, dengan mengenali  tren dari harga futures mata uang, maka trader dapat mengantisipasi bagaimana futures market akan bereaksi terhadap mata uang tertentu, apakah bullish atau bearish.

B. Prediksi nilai tukar mata uang jangka panjang

Secara jangka panjang nilai tukar mata uang cenderung untuk kembali ke level keseimbangannya. Perlu diketahui bahwa tidak ada cara yang secara umum disepakati untuk menentukan level keseimbangan dari pertukaran nilai mata uang. Untuk menjelaskan hal ini secara sederhana, mari kita gunakan pendekatan Keseimbangan Daya Beli untuk memprediksi pertukaran nilai mata uang secara jangka panjang.

B.1. Keseimbangan Daya Beli (KSD)

Banyak orang yang menggunakan pendekatan keseimbangan daya beli, dan metode ini didasarkan pada anggapan bahwa harga barang dan pelayanan antar negara akan menjadi sama secara jangka panjang. Mari kita lihat contohnya.

Anggaplah bahwa satu mobil dengan tipe dan model yang sama harganya di Amerika adalah $50,000 dan di zona Eropa harganya €45,000. Maka untuk mendapatkan keseimbangan daya beli, pair EUR/USD adalah $1.11.

Jika pair EUR/USD saat ini adalah  $1.50, maka orang Jerman dapat memesan mobil dari Amerika Serikat pada harga $50,000 dan hanya membayar €33,333, yang berarti penghematan sekitar €12,000.

Dengan kondisi semacam ini, maka banyak orang Eropa yang akan membeli mobil dari Amerika Serikat, sehingga karena permintaan untuk dollar bertambah pair $1.50 akan kembali ke level keseimbangannya yaitu  $1.11.

Namun ada beberapa hal yang harus disadari, bahwa pendekatan Keseimbangan Daya Beli ini banyak memiliki kelemahan. Biaya transportasi dari Amerika ke Eropa dan pajak impor, juga harus dihitung. Lalu pendekatan semacam ini hanya bisa digunakan pada barang-barang yang bisa diperdagangkan, dan nilai tukar mata uang dapat banyak terdeviasi dari nilai keseimbangan yang seharusnya.

B.2. Indeks Big Mac

Pendekatan lainnya yang cukup menarik adalah Indeks Big Mac, sebuah survey yang dilakukan oleh majalah The Economist yang menggunakan harga Big Mac McDonald sebagai dasar penentuan nilai tukar.

Menariknya, Indeks Big Mac ternyata mampu memberikan hasil yang bagus, seperti saat memprediksi over valuasi Euro sebesar 13% terhadap US dollar di tahun 1999, pada saat para pemain besar forex sangat bullish terhadap Euro.