Bisnis trading forex

Bisnis trading forex adalah sebuah transaksi jual beli sepasang mata uang asing yang dilakukan secara online. Cara main trading adalah Anda akan menjual satu mata uang asing untuk kemudian langsung membeli mata asing lainnya. Karena bisnis trading forex dilakukan secara online, itu berarti Anda bisa menjalankan bisnis ini dari mana saja. Asalkan Anda bisa terhubung dengan internet maka Anda tidak perlu berada di kantor hanya untuk menghasilkan uang.

Secara prinsip, trading forex hampir sama dengan transaksi jual beli saham. Perbedaannya hanya pada apa yang diperjual belikan. Pada trading forex, cara main trading lebih sederhana. Karena apa yang diperjual belikan hanya berupa pasangan mata uang asing saja. Tidak seperti bursa saham yang buka jam 9 pagi dan tutup jam 4 sore, platform forex buka 24 jam. Hal ini tentunya akan membuat Anda mampu mendulang keuntungan dari bisnis trading forex jauh lebih banyak.

Bagi Anda yang baru memulai bisnis ini, mungkin terasa ada banyak istilah-istilah yang terdengar baru. Terutama saat Anda diminta untukmemulai order dalam bisnis trading forex ini. Apakah order itu? Apakah sama dengan order yang berarti memesan makanan bila Anda berada di restoran?

Jenis-jenis order di dalam bisnis trading forex

Belajar trading yang benar memang harus dimulai dengan memahami semua istilah yang ada didalamnya. Hal ini untuk memudahkan Anda dalam memahami cara bermain trading yang tepat. Order adalah sebuah istilah yang akan sering Anda temui. Order di dalam bisnis trading forex sendiri mengacu kepada bagaimana cara Anda akan masuk dan keluar dari suatu transaksi forex. Setiap broker menerima jenis order yang berbeda-beda. Pastikan Anda mengetahui dengan pasti jenis order mana yang diterima oleh broker Anda.

Berikut ini adalah beberapa jenis order trading forex yang biasa digunakan oleh broker. Gaya trading Anda akan menentukan juga jenis order apa yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Jenis-jenis order dasar dalam trading forex adalah:

Market Order

Market order atau disebut juga order pasar adalah suatu order untuk membeli atau menjual dengan menggunakan harga pasar saat itu. Market order langsung dieksekusi setelah Anda menempatkan order Anda. Market order akan menggunakan harga pasar yang tertera pada saat Anda melakukan order.

Pasar forex adalah pasar yang terbuka, dengan fluktuasi harga yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh market order adalah misal EUR/USD saat ini berada pada angka 1.2130. Sedangkan harga ask yang diberikan broker adalah 1.2133. Broker akan mengenakan spread sebagai imbalan jasa Anda untuk broker yang sudah menyiapkan platform trading.

Lalu mungkin Anda akan bertanya apa itu spread? Spread adalah selisih antara harga bid dengan ask. Seperti contoh yang diatas tadi, harga bid 1.2130 sedangkan harga ask adalah 1.2133, maka nilai spread yang diberikan broker sebesar 3 pip. Anda harus mengimpaskan spread untuk bisa mendapatkan profit.

Jika Anda ingin membeli pasangan mata uang ini, maka Anda akan mendapatkan EUR/USD otomatis pada nilai ask tersebut. Karena pasar forex selalu bergerak, maka nilai pembelian Anda ini bisa jadi akan memberikan Anda keuntungan atau kerugian.

Bila harga pasar EUR/USD bergerak turun dari 1.2133 menjadi 1.2110 maka sudah dipastikan bila Anda jual maka Anda akan mengalami kerugian. Namun bila bergeraknya naik, maka Anda akan mendapatkan keuntungan dari penjualan pasangan mata uang tadi. Perbedaan harga karena pergerakan pasar inilah yang kemudian akan Anda kenal dengan istilah ‘slippage’.

Limit Order

Limit Order atau order batas adalah sebuah order untuk membelli atau menjual suatu pasangan mata uang hanya bila kondisinya terpenuhi. Sebagai contoh, harga EUR/USD saat ini adalah 1.2130, namun Anda ingin melepas EUR/USD saat menyentuh 1.2140. Karena Anda yakin setelah itu harga akan turun.

Maka Anda akan memiliki dua pilihan, menunggu didepan layar komputer memantau pergerakan pasar dan ketika angka EUR/USD menyentuh 1.2140 misalnya, Anda langsung seketika menjualnya dengan mengklik jual. Atau Anda bisa melakukan setting penjualan dengan limit order pada 1.2140 dan biarkan platform forex Anda yang melakukan order pada angka tersebut.

Secara sederhana, limit order berarti order buy akan ditempatkan dibawah harga pasar. Begitu juga sebaliknya, order sell akan berada di atas harga pasar. Dengan menggunakan limit order, Anda bisa melakukan hal berguna lainnya sambil menunggu platform melakukan tugasnya.

Take Profit Order

Take profit order memungkinkan Anda untuk melakukan penutupan order secara otomatis bila sudah mencapai target profit yang Anda tetapkan. Order ini memungkinkan Anda untuk mengunci keuntungan saat Anda tidak dapat selalu memantau posisi.

Sebagai contoh, misalkan harga EUR/USD saat ini Anda ask adalah 1.2133, Anda ingin close apabila menyentuh 1.2200. Anda bisa lakukan take profit order dengan mengatur ambang batas profit Anda pada 1.2200. Dan biarkan platform trader Anda yang menyelesaikan tugasnya.

Stop Loss Order

Mirip dengan take profit order, namun stop loss order akan memberlakukan sebaliknya. Stop loss order akan menghindarkan Anda dari kerugian yang lebih besar. Seperti yang sudah Anda ketahui, pergerakan pasar forex sangat dinamis. Tidak semua prediksi Anda akan selalu tepat.

Stop loss order akan secara otomatis menutup open posisi yang tidak sesuai dengan harapan Anda. Sebagai contoh, Anda buy EUR/USD pada posisi 1.2133 lalu Anda set stop loss order diangka 1.2030 untuk membatasi kerugian Anda. Bila ternyata pergerakan pasar EUR/USD terus mengalami penurunan sampai titik yang Anda tetapkan. Maka secara otomatis posisi Anda akan di close. Hal ini akan menghindarkan Anda dari kerugian yang jauh lebih besar bila dibiarkan.

Tidak ada yang bisa menjamin dalam waktu sesaat posisi pasar akan membaik, karenanya stop loss order dinilai penting. Dengan menutup posisi-posisi yang mungkin rugi, Anda bisa memperbaiki strategi dan fokus pada mengejar profit kembali. Daripada hanya menunggu pasar membaik entah sampai kapan.

Stop loss order juga menjadi semacam asuransi bagi Anda. Bukan untuk menghindari terjadinya kerugian, tapi menghindari terjadinya kerugian yang jauh lebih besar.

Trailing Stop Order

Trailing stop order secara sekilas mirip dengan stop loss order. Namun perbedaannya adalah pada stop loss order Anda memasukan satu angka, tapi pada trailing order stop Anda menentukan range pip-nya. Jadi patokan nilai pada trailing stop order bergerak dinamis mengikuti pergerakan pasar.

Sebagai contoh, misalkan harga beli EUR/USD Anda pada 1.2133, dan Anda menetapkan trailing stop order pada 100 pip. Maka pada titik ini, open posisi Anda akan di close bila harga pasar turun sampai ke 1.2033. Namun bila harga pasar yang dinamis terus berubah dan harga mengalami kenaikan maka setting close juga akan berubah.

Misalkan suatu ketika EUR/USD naik sampai 1.3100, maka trailing stop Anda akan berubah ke 1.300. Angka setting di 1.300 tidak akan bisa Anda ubah menjadi turun lagi. Dan bila tiba-tiba turun kembali, maka yang dijadikan posisi close adalah harga 1.300. Pada posisi ini Anda justru malah mengalami profit.

Secara sederhana, asalkan pergerakan pasar masih menuju arah yang sesuai harapan Anda, ada baiknya Anda gunakan fitur ini. Selain sebagai jaminan agar kerugian masih dibatas yang Anda toleransi, trailing stop juga bisa mengamankan profit Anda.

Namun yang perlu Anda ketahui, tidak semua broker bisa menggunakan order ini. Ada baiknya Anda gunakan akun demo, dan mencoba semua order yang bisa Anda lakukan. Belajar trading ada baiknya dimulai dengan akun demo. Selain bisa menghindarkan Anda dari kerugian karena ketidak tahuan Anda, akun demo akan memberikan Anda kepercayaan diri saat melangkah dengan akun real. Semoga artikel ini berguna, salam trading, semoga Anda senantiasa sukses.